Minggu, 29 Januari 2012

Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat Praaksara

Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat Praaksara
1. Masa Berburu dan Meramu
Kehidupan sosial ekonomi pada masa berburu dan meramu dicirikan dengan hal-hal sebagai berikut:
Aktivitas mencari dan mengumpulkan makanan. Pada masa itu, manusia purba hidup dari berburu dan meramu. Berburu berarti mencari dan menangkap binatang buruan seperti banteng, kerbau liar, rusa, sedangkan meramu berarti mencari dan mengumpulkan makanan yakni mencari bahan makanan yang sekiranya enak dimakan, sepeti umbi-umbian, keladi, dan juga daun-daunan. Cara hidup dengan cara seperti di atas disebut sebagai food gathering.
http://haristepanus.files.wordpress.com/2010/08/manusiapurba1.jpg?w=300&h=225Hidup secara berkelompok. Hidup manusia purba pada masa itu sangat bergantung dari alam, maka dari itu untuk menghindari bahaya dari binatang buas, mereka akan hidup bergerombol di tempat-tempat yang menyediakan banyak bahan makanan, serta menyediakan air, juga tempat-tempat yang banyak dilalui oleh binatang buruan. Mereka tinggal di tempat seperti padang rumput, hutan yang berdekatan dengan sungai. Yang berburu biasanya adalah laki-laki, sedangkan yang perempuan bertugas mengasuh anak dan meramu makanan.
Bertempat tinggal sementara. Manusia purba mulai belajar dari alam. Yakni mereka menyadari bahwa bahan makanan pada suatu tempat akan habis, maka dari itu merekaakan berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang masih menyediakan banyak bahan makanan. Biasanya mereka memilih gua-gua, tepi danau, tepi sungai atau bahkan di tepi pantai.
Alat untuk mencari, berburu dan meramu bahan makanan. Manusia praaksara sudah bisa menggunakan alat bantu sederhana dalam mengumpulkan makanan. Alat bantu itu terbuat dari batu yang diasah sederhana, tulang, ataupun kayu. Pada masa berburu dan meramu, manusia purba menggunakan peralatan sebagai berikut:
Kapak Genggam. Merupakan sejenis kapak yang terbuat dari batu, namun tidak bertangkai. Digunakan untuk memukul bahan makanan, atau melempar binatang buruan serta mengorek tanah untuk mencari umbi-umbian. Kapak genggam seperti ini banyak ditemukan di Pacitan, Jawa Timur. Kapak genggam ini biasa juga disebut kapak penetak atau chopper.
Alat serpih. Merupakan alat-alat yang terbuat dari batu pipih yang diasah dan berukuran lebih kecil dari kapak genggam, berfungsi sebagai alat untuk penusuk ataupun sebagai pisau.
Alat-alat yang terbuat dari tulang dan kayu. Alat yang terbuat dari tulang biasanya berupa mata tombak, yang bertangkai kayu, digunakan untuk berburu ataupun menangkap ikan.
Pebble merupakan alat semacam kapak genggam yang terbuat dari batu kali, ada juga yang berupa batu penggilingan/pipisan yang digunakan untuk menghaluskan makanan.
Anak panah/flake. Digunakan untuk berburu dan mencari ikan. Dan dalam perkembangannya, manusia purba jenis pithecanthropus erectus ternyata sudah mengenal api.
2. Kehidupan pada masa bermukim dan bercocok tanam.
Memasuki zaman Neolithikum, kehidupan manusia purba sudah mencapai tingkatan yang cukup maju, yakni ditandai dengan perkembangan Homo Sapiens Murni yaitu manusia purba yang sudah menggunakan akal pikiran secara sempurna, yang mendorong adanya perubahan besar dalam kehidupan manusia purba yakni manusia mulai bermukim secara menetap, dengan ciri:
Kehidupan bermukim dan berladang. Setelah tingggal secara menetap, manusia purba mulai mengenal bercocok tanam, dengan menanam tumbuhan yang sekiranya menghasilkan bahan makanan. Mereka membakar belukar dan menebang pohon untuk ditanami padi-padian, sukun, pisang, dan bahan makanan lain. Disamping itu mereka masih berburu dan menangkap ikan. Makin lama mereka mengenal beternak seperti unggas, sapi, kerbau, kuda. Dengan demikian manusia pada masa itu tidak agi bergantung pada alam tetapi sudah memproduksi sendiri bahan makananya atau dikenal dengan istilah food producing.
Kegiatan bercocok tanam di persawahan. Dengan hidup dengan cara menetap, telah mendorong populasi manusia purba meningkat secara pesat, yang mendorong juga pada peningkatan kegiatan food producing. Pertanian meningkat dengan mulai beragamnya jenis tanaman yang di tanam. Manusia juga mulai mengenal pembuatan pematang untuk menahan air, yang dilengkapi dengan saluran air, ini merupakan tehnik irigasi permulaan. Setelah itu manusia mulai mengenal padi-padian, sayur-sayuran, dan juga mulai mengenal menanam padi di persawahan,
Alat yang digunakan adalah jenis kapak yakni kapak persegi dankapak lonjong. Merupakan alat yang terbuat dari batu juga namun sudah dibuat dengan lebih halus.

Hasil Kebudayaan Awal Masyarakat Pra-Aksara di Indonesia
Hasil kebudayaan manusia prasejarah untuk mempertahankan dan memperbaiki pola hidupnya menghasilkan dua bentuk budaya yaitu :
Bentuk budaya yang bersifat Spiritual
Bentuk budaya yang bersifat Material
Masyarakat Prasejarah mempunyai kepercayaan pada kekuatan gaib yaitu :
Dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Misalnya : batu.
Animisme, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang bersemayam dalam batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh tersebut dinamakan Hyang.
Pola kehidupan manusia prasejarah adalah :
Bersifat Nomaden (hidup berpindah-pindah), yaitu pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok di suatu tempat serta, mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan makanan
Bersifat Sedenter (menetap), yaitu pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam. Muali mengenal norma adat, yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan
Sistem bercocok tanam/pertanian
Mereka mulai menggunakan pacul dan bajak sebagai alat bercocok tanam
Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah
Sistem huma untuk menanam padi
Belum dikenal sistem pemupukan
Pelayaran
Dalam pelayaran manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas)
Bahasa
Menurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu : bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.
Terjadinya perbedaan bahasa antar daerah karena pengaruh faktor geografis dan perkembangan bahasa.
jenis fosil manusia purba Indonesia:
Meganthropus Paleojavanicus (Sangiran).
Pithecanthropus Robustus (Trinil).
Pithecanthropus Erectus (Homo Erectus) (Trinil).
Pithecanthropus Dubius (Jetis).
Pithecanthropus Mojokertensis (Perning).
Homo Javanensis (Sambung Macan).
Homo Soloensis (Ngandong).
Homo Sapiens Archaic.
Homo Sapiens Neandertahlman Asia.
Homo Sapiens Wajakensis (Tulungagung)
Homo Modernman.

Perkembangan Teknologi Pembuatan Logam Pada Masa Awal Masyarakat Indonesia
ZAMAN LOGAM

•Disebut zaman logam karena alat-alat penunjang kehidupa manusia sebagian besar terbuat dari logam.
•Zaman ini dapat dinamakan sebagai revolusi tahap kedua oleh masyarakat awal Indonesia (telah mampu mengolah dan melebur logam).
•Pembuatan benda-benda dari logam menggunakan tekhnik A Cire Perdue (caranya benda yang dikehendaki di buat dulu dari lilin,lengkap dengan bagian-bagiannya-kemudian lilin dibungkus dengan tanah liat dan selanjutnya dipanaskan sehingga lilin menjadi cair-selanjutnya logam cair dituangkan dalam cetakan dan setelah dingin dipecahkan hingga terbentuklah peralatan yang dikehendaki)

•Zaman logam sangat kuat dipengaruhi oleh kebudayaan dari Indo China,lebih tepatnya adalah kebudayaan Dongson ,karena alat-alat yang ditemukan pada masa ini sama dengan yang ditemukan di daerah Dongson,Vietnam (penyebarannya ke Indonesia pada sekitar tahun 500 SM).

•Zaman logam terbagi menjadi 3 zaman :
1).Zaman Tembaga
2).Zaman Perunggu
3).Zaman Besi

•Zaman Tembaga tidak pernah berpengaruh terhadap kebudayaan Indonesia,dan berkembang diluar Indonesia.

HASIL KEBUDAYAAN ZAMAN LOGAM

1.NEKARA
Atau lebih dikenal dengan nama Dongson Drum,ber-bentuk berumbu yang mempunyai pinggang dibagian tengahnya serta tutup di atasnya.Nekara terbuat dari perunggu dengan garis tengah 160 cm dan tinggi 198 cm,nekara ada yang diberi hiasan ada yang tidak. Fungsi nekara sebagai alat upacara dan dianggap sakral, di Bali nekara sering disebut sebagai The Moon of Pejeng.(nekara terbesar).
Di daerah lain,seperti Alor,banyak ditemukan nekara berbentuk kecil memanjang yang disebut Moko dengan bentuk hiasan zaman Majapahit sampai zaman abad ke-19. Nekara juga menjadi bukti adanya hubungan antar wilayah Indonesia dan dunia luar,seperti terlihat pada hiasan nekara yang ditemukan di kepulauan Selayar dan Kei dengan hiasan Gajah,Merak dan Harimau,pada hal binatang tersebut tidak terdapat di daerah tersebut.

2.KAPAK CORONG
•Kapak ini berbentuk corong dengan belahan,kapak ini disebut juga kapak sepatu,karena bentuknya yang menyerupai sepatu.
•Fungsi kapak ini disamping untuk alat juga dipergunakan untuk alat upacara atau sebagai tanda kebesaran dari kepala suku.
•Jenis kapak ini banyak ditemukan di Sumatera Selatan,Bali,P.Rote,Sulawesi Selatan dan Tengah,sementara kapak kecil untuk alat upacara dan  hiasan ditemukan di Yogyakarta,sementara kapak yang terindah ditemukan di P.Rot•e.

3.CANDRASA
•Seperti halnya kapak corong,candrasa juga merupakan alat upacara dan dibuat dalam bentuk yang sangat indah penuh dengan ragam hias.
•Candrasa merupakan bukti bahwa kemampuan bangsa Indonesia dalam membuat benda-benda dari logam (perunggu).
•Pembuatannya dengan menggunakan 2 tekhnik yaitu A-Cire Perdue dan Bivalve .

4.ARCA PERUNGGU
•Pada masa ini arca perunggu memiliki 2 bentuk yaitu manusia dan binatang (kerbau berbaring,kuda berdiri,kuda dengan pelana.
•Persebarannya di daerah Bangkinang,Lumajang,Palembang dan Bogor.
•Fungsi benda ini adalah sebagai penyimbolan dari sesuatu yang dianggap memiliki kekuatan supra-natural (gaib).

5.PERHIASAN PERUNGGU
•Perhiasan ini berbentuk cincin,gelang,kalung, liontin serta manik-manik,umumnya benda ini tidak memiliki pola hias,tetapi ada juga yang berpola geometrik dan berpola binatang.
•Persebaran benda tersebut terletak di Bali,Bogor,Yogyakarta dan Malang.
•Fungsi perhiasan ini bagi masyarakat sebagai simbol kekayaan atau kemewahan,akan tetapi ada juga sebagai bekal kubur dan alat tukar serta sebagai benda pusaka.

PENDUKUNG KEBUDAYAAN LOGAM
•Manusia pendukung kebudayaan logam adalah Deutro Melayu yang mendapat pengaruh dari kebudayaan Dongson .
•Selain itu ada pula percampuran antara Deutro dan Proto Melayu yaitu Melayu Mongoloid dan Papua Melanesoid yang berasal dari Austro Melanesoid.

HUBUNGAN BUDAYA HOA BINH-BACSON,
DONGSON SA HUYNH-KALANAY, INDIA
DAN PERKEMBANGAN BUDAYA MANUSIA
PURBA DI INDONESIA
PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN HOA BINH DAN BACSON
Letak Indonesia yang strategis, berada di antara 2 benua, Australia dan Asia, telah menjadi titikpertemuan dari berbagai bangsa. Ada yang datang dari Indocina dan menyebar ke Indonesiabagian barat, dan ada pula yang dating melalui kepulauan Philipina menyebar ke Indonesiabagian timur. Sebagian bangsa-bangsa ini kemudian menyebar ke berbagai pulau di LautanPasifik dan Australia. Pertemuan bangsa-bangsa ini mengakibatkan terjadinya percampurankebudayaan yang dibawa dari daerah asalnya dengan kebudayaan asli Bangsa Indonesia.
PUSAT KEBUDAYAAN ASIA TENGGARA:
Di Lembah Sungai Mekong, terdapat dua pusat kebudayaan yaitu Bacson – Hoabinh dan Dongson. Bacson berada di daerah pegunungan, sedangkan Hoabinh berada di daerah dataran rendah. Keduanya berada di sekitar Teluk Tonkin.
Peradaban awalnya adalah peradaban Mesolithikum, alat mereka yang terkenal adalah Pebble (kapak sumatera). Perkembangan lanjut adalah peradaban Zaman Neolithikum, dengan alat-alat berupa kapakpersegi dan kapak lonjong. Dan manusia pendukungnya dari ras Papua Melanesoide.
Penyebaran kapak persegi, melalui Muangthai, Semenanjung Malaka, kemudian Indonesia bagian barat dengan manusia pendukungnya Melayu Austronesia. Peta penyebaran kapak lonjong, yang menyebar melalui Taiwan, Philipina kemudian Indonesiabagian timur dengan manusia pendukungnya Melanesoide.
PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DONGSON
Dongson, satu wilayah yang terdapat di Indocina (Vietnam), merupakan daerah asal kebudayaanperunggu yang berkembang di Asia Tenggara, sehingga kebudayaan perunggu di Asia Tenggaradisebut dengan kebudayaan Dongson, pendukung kebudayaan ini adalah Bangsa Deutro Melayu(Melayu Muda) yang menyebar di Indonesia, pada sekitar 500 SM.
Selain hasil kebudayaan material, mereka juga mengenal kebudayaanlain seperti, bercocok tanam, membuat perahu bercadik, astronomi dankepercayaan yang bersifat animisme dan dinamisme.
Budaya Dongson berkembang pesat pada sekitar abad ke-5 dan ke-2 SM. Benda-bendaarkeologi Dongson sangat variatif, hal ini menunjukan adanya berbagai pengaruh dan aliran. Ciriutama benda-benda hasil kebudayaan Dongson selalu diberi hiasan dengan bentuk geometri,jalinan, arsir dan spiral. Karya utama Dongson adalah nekara, yang bila dilihat dari bentuknyamenunjukan adanya pengaruh kuat dari kebudayaan Cina.
PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN SA - HUYNH – KALANAY
Kebudayaan Sa-huynh – Kalanay adalah pengembang tradisi gerabah di Indonesia (750 SM –200 M). Saltynh adalah sebuah tempat kecil di pantai Vietnam, sedangkan Kalanay terletak diPhilipina. Di Indonesia gerabah sudah dikenal sejak masa bercocok tanam atau Neolithikum. Gerabah sebagai bekal kubur, sejenis pasu (large bawl) yang diletakan tepat diatas mayat pada penguburan prasejarah di situs Plawangan. Gerabah banyak ditemukan di situs-situs arkeologi prasejarah di Indonesia. Di antara situs-situsprasejarah yang mengandung gerabah tersebut, ada yang termasuk situs neolitik dan sebagianbesar masuk situs perundagian (paleometalic).
INDONESIA:
-SitusNeolithikum yang banyak mengandung gerabah:
·         Situs Kalumpang dan Minanga Sipakka (Sulawesi Selatan)
·         Situs bekas Danau Bandung dan Serpong (Jawa Barat)
·         Kendeng Lembu (Jawa Timur)
·         Situs Kelapa Dua (DKI)
-Situs Perundagian yang banyak mengandung gerabah:
·         Situs Pejaten dan sepanjang sungai Ciliwung
·         Situs Anyer, Pasir Angin, Bumi Cipari (Jawa Barat)
·         Situs Plawangan, Gunung Wingko (Jawa Tengah)
·         Situs Gilimanuk (Bali)
Situs Melolo dan Lambanapa (Sumba)
Situs Liang Bua (Flores)

3 komentar:

  1. klo misalkan masa bermukim & beladang itu sma gk kayak masa bermukim dan bercocok tanam???

    BalasHapus
  2. YANG tentang kehidupan politiknya ada gk

    BalasHapus